Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah suatu proses di
mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi,
bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara
Dalam banyak hal, globalisasi
mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering
dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang
dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.
Pengertian globalisasi menurut para
ahli:
-LAURENCE E. ROTHENBERG : Globalisasi adalah percepatan dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan pemerintah dari negarayang berbeda.
-Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI
-Achmad Suparman : Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (bendaatau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah
-Scholte : Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
-LAURENCE E. ROTHENBERG : Globalisasi adalah percepatan dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang, perusahaan, dan pemerintah dari negarayang berbeda.
-Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI
-Achmad Suparman : Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (bendaatau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah
-Scholte : Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
Teori Globalisasi
Cochrane dan Pain menegaskan
bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teoritis yang
dapat dilihat, yaitu:
·
Para globalis percaya bahwa
globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap
bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa
negara-negara dan kebudayaan lokal
akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen. meskipun
demikian, para globalis tidak memiliki pendapat sama mengenai konsekuensi
terhadap proses tersebut.
·
Para globalis positif dan optimistis
menanggapi dengan baik perkembangan semacam itu dan menyatakan bahwa
globalisasi akan menghasilkan masyarakat dunia yang toleran dan bertanggung
jawab.
·
Para globalis pesimis berpendapat
bahwa globalisasi adalah sebuah fenomena negatif karena hal tersebut sebenarnya
adalah bentuk penjajahan barat (terutama Amerika Serikat) yang
memaksa sejumlah bentuk budaya dan konsumsi yang homogen dan terlihat sebagai
sesuatu yang benar dipermukaan. Beberapa dari mereka kemudian membentuk
kelompok untuk menentang globalisasi (antiglobalisasi).
·
Para tradisionalis tidak percaya
bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah
sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan. Mereka
merujuk bahwa kapitalisme telah
menjadi sebuah fenomena internasional selama
ratusan tahun. Apa yang tengah kita alami saat ini hanyalah merupakan tahap
lanjutan, atau evolusi, dari
produksi dan perdagangan kapital.
·
Para transformasionalis berada di
antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh
globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka
juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini.
Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai
"seperangkat hubungan yang saling
berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak
terjadi secara langsung". Mereka menyatakan bahwa proses ini bisa
dibalik, terutama ketika hal tersebut negatif atau, setidaknya, dapat
dikendalikan.
Budaya Indonesia di
Era Globalisasi
Kehadiran globalisasi dan
tekhnologi yang semakin maju pasti akan memberi pengaruh terhadap budaya suatu
bangsa karena tekhnologi,globalisasi erat kaitannya dengan budaya,jika kita
tidak dapat menjaga budaya kita sendiri pasti budaya itu akan pudar seiring
perkembangan globalisasi, dan tekhnologi yang semakin pesat.
Dampak dari pengaruh
globalisasi dan tekhnologi yang semakin pesatpun sudah dapat kita rasakan dan
kita lihat sehari-hari,kita ambil contoh permainan anak-anak yang dahulu masih
berupa permainan tradisional seperti lompat tali, bekel,balap karung,congklak,
kelereng sudah jarang kita temukan pada saat ini di kota-kota besar yang sudah
tergantikan oleh playstation, nitendo, xbox, game online di internet, dan
game-game lain yang sudah memakai komputer.


pengaruh
globalisasi
Kehadiran globalisasi
tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia.
Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh
negatif.
Dampak positif globalisasi antara lain:
- Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, karena perkembangan tekhnologi yang semakin maju menghadirkan fasilitas internet yang dapat digunakan untuk mencari informasi-informasi yang dibutuhkan dan menghadirkan berbagai macam ilmu-ilmu.
- Mudah melakukan komunikasi, karena perkembangan tekhnologi yang semakin maju sekarang menghadirkan alat-alat komunikasi yang semakin canggih dan cepat, seperti handphone, email, videocall, dll
- Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi), karena perkembangan tekhnologi menghadirkan alat-alat transportasi seperti mobil, motor, pesawat, kereta api dengan tekhnologi yang semakin canggih, dan cepat.
- Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran,
- Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
- Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif globalisasi antara lain:
- Informasi yang tidak tersaring, karena tekhnologi yang semakin maju menyajikan sangat banyak informasi serta kurangnya penyaringan informasi yang positif dan negatif.
- Membuat tidak kreatif, karna prilaku konsumtif, karena tekhnologi yang semakin maju telah menyajikan banyak kemudahan.
- Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit.
- Banyak meniru perilaku yang buruk.
- Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara.
Jadi adanya kehadiran
globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk
Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan
pengaruh negatif. Dampak-dampak pengaruh globalisasi tersebut kita kembalikan kepada
diri kita sendiri sebagai generasi muda Indonesia agar tetap menjaga etika dan
budaya, agar kita tidak terkena dampak negatif dari globalisasi.
Melestarikan
Kebudayaan Indonesia
Untuk menghindari
kebudayaan tradisional tidak pudar dan terlupakan di Era Globalisasi yang
dikarenakan faktor erksternal maupun dari dalam, kita perlu melestarikan
kebudayaan kita agar tetap selalu terpelihara dan tidak dilupakan oleh
masyarakat kita sendiri.
Cara untuk melestarikannya adalah
sebagai berikut :
1. Menanamkan
dan mengamalkan nilai-nilai pancasila dengan sebaik-baiknya, agar selalu
diingat seluruh warga indonesia serta anak cucu kita karena pancarsila adalah
dasar negara Indonesia.
2. Menumbuhkan
rasa nasionalisme dan mencintai produk-produk dalam negri.
Karena pada masa globalisasi
ini banyak produk luar yang masuk ke Indonesia dan masyarakat mulai mencintai
produk luar itu sendiri yang mengakibatkan lupa akan produk dalam negeri yang
dibuat oleh negeri kita sendiri. Hilangnya
rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar
negeri,seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut, dan lain-lain. Selain itu
mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin,
karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi pada aspek ekonomi.


*makanan luar (kiri) dan
makanan asli indonsia (kanan)
3. Masyarakat
harus melestarikan kebudayaan daerahnya sendiri dan mengamalkannya pada anak
cucu mereka agar tidak melupakan kebudayaan daerahnya,dan kebudayaan asli
indonesia.
4. Menyeleksi
kebudaya-kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia agar tidak menghapus
nilai-nilai asli dari kebudayaan Indonesia sendiri.
Kesimpulan &
saran
Kita harus selalu
menjaga dan melestarikan budaya kita sendiri dan tidak terlalu terpengaruh oleh
perkembangan globalisasi dan tekhnologi yang semakin pesat pada saat ini.
Dalam penyusunan tugas ini tentu jauh
dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan
demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini
Daftar
pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar